Tidak pernah kulupa sedikitpun.
Mata yang memancarkan tatapan tajam sekaligus hangat diwaktu yang bersamaan.
Itulah matanya.
Bahkan ketika seluruh wajahnya ditutup, dan hanya mata yang terlihat.
Rasa-rasanya aku masih akan tetap mengenalinya.
Matanya.
Mata yang selalu ingin aku pandang.
Sepertinya aku bertemu lagi dengan mata itu hari ini.
Dalam sekian detik, hatiku terasa seperti ditusuk ribuan jarum yang sangat runcing.
Sesaat aku merasa ada yang menekan dadaku dengan sangat kencang.
Rasa sakit ini, rasa sakit yang sama seperti ketika aku melihat mata itu terakhir kali.
Bahkan hari ini, ketika aku mencoba menghindarinya, mata itu mencariku.
Ya, mata itu mencariku beberapa kali.
Ketika pandangan kita hampir bertemu, ku palingkan wajahku secepat mungkin.
Aku takut.
Aku takut untuk bertemu lagi dengannya dan merasakan sakit yang sama.
Rasa sakit, yang sudah kukubur dalam-dalam dibagian terjauh hatiku.
Aku tidak ingin rasa sakit itu bangkit.
Sekalipun aku masih memikirkan dan mengkhawatirkannya.
Apakah dia baik-baik saja?
Apakah dia makan teratur?
Apakah tidurnya cukup?
Apakah studinya lancar?
Apakah dia dan teman baiknya sudah berbaikan?
Apakah dia kesepian?
Apakah dia pernah sekali saja... memikirkanku lagi?
Dan, apakah dia pernah menyesal telah menyakiti hati orang lain?
Jika pernah, aku ingin dia melupakan itu dan melanjutkan hidupnya.
Sama sepertiku yang terus berusaha melanjutkan hidup dan menghapus bayang-bayangnya dari hati dan ingatanku.
Ku mohon, biarkan momen tadi menjadi pertemuan kami yang terakhir.
Aku tidak ingin melihatnya lagi secara langsung.
Biarkan dia tetap hidup diingatanku saja.
Itu sudah cukup bagiku.
*pict from google

No comments:
Post a Comment