Jun 21, 2018

Penjara Superego


Id adalah dorongan yang berasal dari alam bawah sadar manusia.

Id hidup berdampingan bersama Ego dan Superego.

Bisa dibilang, Id dikendalikan oleh Ego yang berdasarkan prinsip realita dan Superego yang berdasarkan prinsip norma atau hukum.

Hubungan mereka memang cukup rumit, tapi menarik untuk dipahami.

Sulit rasanya menahan Id yang berteriak ingin dibebaskan dari penjara Superego.

Membuat Ego bimbang untuk memilih mengikuti Id atau Superego.

Akan tetapi, seringkali Id kalah dan Ego lebih memilih untuk mengikuti Superego.

Alhasil, Id yang terus-menerus ditahan dalam penjara tak kasat mata milik Superego menjadi penuh dan bergerak seperti bom waktu.

Bom yang dapat meledak sewaktu-waktu tanpa kepastian.

Oleh karena itu, terkadang Id juga perlu dikeluarkan.

Ada banyak cara untuk memanipulasi Id untuk bebas. (Lengkapnya kalian bisa baca teori dari Sigmund Freud)

Salah satunya adalah displacement, melampiaskan kepada orang lain. 
Atau cara halusnya, curhat.

Namun, tidak semua orang dapat memahami kita.

Ada kalanya, orang yang kita percaya dapat memahami isi hati kita malah berkhianat dan memberikan penilaian yang buruk.

Padahal, kita hanya ingin menumpahkan apa yang tidak dapat kita keluarkan pada subjek pertama.

Menyedihkan memang.

Ketika hanya butuh didengar, tapi malah dicela.

Tapi kita juga tidak dapat memaksa agar orang tersebut memahami kita.

Dan menemukan orang yang dapat memahami kita bukanlah hal yang mudah.

Lalu harus bagaimana...

Membuat frustasi...

Kepala terasa penuh dan ingin meledak.

Tapi tidak ada yang bisa dilakukan.

Hanya diam yang berjalan beriringan, menemani sepanjang waktu, sampai api kembali redup.

Helaan nafas panjang menjadi sahabat yang tak tergantikan.

Mungkin hanya itu caranya, sampai kita berhasil menemukan orang yang tepat.





*Pict by google
https://www.google.co.id/search?client=ms-android-samsung&tbm=isch&sa=1&ei=c5AqW83WOMXPvgSwxp_oDA&q=id+ego+superego&oq=id+ego+superego&gs_l=mobile-gws-wiz-img.3..35i39l2j0i19l3.13.1169..2743...0....199.1734.0j10......0....1.R7BwNMj1Sww%3D#imgrc=3iyF5VZXj4ODHM:&isa=y

Jun 10, 2018

Stupidity

Lelah dengan mereka yang tidak bisa diatur tapi juga tidak bisa mengatur.

Bukannya tidak fleksibel, tapi cobalah lihat situasinya.

Apakah itu waktu yang tepat untuk bermain?

Apakah itu waktu yang tepat untuk bermalas-malasan?

Apakah akan selalu bergantung pada satu orang untuk mengerjakan suatu hal?


Aneh.

Mati otak kah?

Tidak bisakah mereka menggunakan logikanya?

Hal sesederhana ini saja tidak tahu.

Kepala dua tidak menjamin tumbuhnya kedewasaan seseorang.

Mengecewakan.

Jun 9, 2018

Lingkaran Setan

Lelah memang kalau harus berjuang sendirian.

Untuk apa membuat sebuah kelompok kalau yang aktif hanya sebagian.

Semua memang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Semua bisa bersinar pada bintangnya masing-masing.

Tapi, bukankah alangkah baiknya bila tetap berkontribusi pada lebih banyak hal?

Aku memang bukan yang sempurna.

Aku pun juga hanya melakukan hal-hal yang ingin aku lakukan.

Tapi, mau sampai kapan berjalan seperti ini terus?

Tidakkah kalian lelah dengan permainan licik dan omong kosong yang terus berulang?

Haruskah kudatangkan badai dan mengundang air bah demi untuk membuka mata kalian?

Atau, memilih diam dan kembali ke peraduan?

Lagi

Aku melihatnya.

Tubuhnya yang tinggi besar terlihat jelas dari kejauhan.

Mata dan senyumnya yang khas, menyirikan diririnya yang begitu ku kenal.

Bayangnya semakin dan semakin dekat.

Sedikit lagi sampai dan menyentuh bayanganku.

Ah, bayangnya mengenai bayanganku.

Koloni Aneh

Aneh tapi nyata.
Ternyata benar, tipe yang sejenis akan saling menemukan dan membentuk sebuah koloni.

Tidak hanya berlaku untuk binatang.
Tapi juga manusia.

Sekelompok manusia yang mirip dan saling menemukan,
akan membentuk sebuah koloni.

Koloni itu nyata, muncul di hadapan umum.
Merusak imajinasi manusia di sekitarnya.

Koloni itu terasa janggal.
Bagaimana bisa orang-orang itu saling menemukan satu sama lain dan bersekongkol?

Kesamaan sikap, perilaku, dan pola pikirnya begitu mirip.
Hampir sama satu sama lain.

Kekanak-kanakan, tidak rasional, berlebihan.
Kombinasi yang pas untuk membumbui kudapan.

Pas untuk membuat seseorang memuntahkan seluruh isi perutnya.
Pas untuk membuat sang Ibu Kota muak.

Dewasalah, walaupun sedikit.
Tidakkah kau muak dengan dirimu sendiri?

Jun 6, 2018

Kalah dari Binatang

Sulitkah untuk mendengar?
Bahkan binatang pun peka.

Satu derap langkah kaki saja bisa membangunkan 100 ekor anjing.
Bagaimana bisa telinga manusia begitu tuli?

Bukan tunarungu, tapi tuli, tuli hati dan pikirannya.
Buntu.

Tak tau diuntung.

"Diberi hati, minta jantung."

Adakah orang di sana yang memiliki belas kasih untuk mengajarinya?
Memberitahunya untuk belajar dari anak usia 10 tahun.

Kembali  ke dasar.
Lalu naik kembali ke permukaan.

Ah, keterlaluan.
Semoga berbahagia saja hidupnya.